JAKARTA, wartaone-nusantara.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6). Dalam forum strategis ini, Presiden mengajak seluruh elemen perguruan tinggi untuk menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.
Acara nasional ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sinergi Kampus Sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam laporan pembukanya menyampaikan bahwa KSTI 2026 mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”. Agenda ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan langsung dalam pembangunan bangsa.
Guna mencapai target tersebut, kementeriannya berkomitmen memosisikan kampus sebagai mitra riset pemerintah.
Sebagai catatan, konvensi sains ini merupakan program inisiatif langsung dari Presiden Prabowo yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025 lalu.
Optimasi Potensi Guru Besar untuk Kebangkitan Bangsa
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para akademisi dan peneliti yang berkumpul dalam forum tersebut. Presiden menegaskan bahwa lompatan kemajuan sebuah negara sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mampu mengintegrasikan potensi intelektual dari lingkungan kampus.
“Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ujar Presiden Prabowo.
Pertemuan ini sekaligus menandai momen keempat kalinya Kepala Negara berdialog langsung dengan jajaran rektor se-Indonesia sejak masa kepemimpinannya, setelah sebelumnya menggelar dua kali pertemuan di Istana Merdeka dan satu kali di ITB. Melalui konsistensi dialog ini, pemerintah berharap cetak biru kemandirian teknologi dan hilirisasi industri berbasis riset domestik dapat segera terealisasi.
(KSN/Red)