SERANG, wartaone-nusantara.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Kasepuhan Cisungsang memperkuat sinergi strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan ritual adat agraris Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026. Agenda budaya tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada September mendatang dan telah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Kolaborasi intensif ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan salah satu agenda budaya prioritas nasional tersebut berjalan sukses, sekaligus menjadi momentum strategis dalam mempromosikan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan bahwa dukungan penuh pemerintah terhadap komitmen ini sejalan dengan upaya pelestarian kebudayaan serta bentuk penghormatan terhadap masyarakat adat sebagai pemilik sah tradisi tersebut.
“Pemprov Banten berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026. Dukungan yang diberikan tidak hanya untuk menyukseskan acara, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai adat, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujar Deden usai memimpin rapat koordinasi strategis di Ruang Rapat Sekda Provinsi Banten, Gedung Sekretariat Daerah (Setda), Kota Serang.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan tersebut, Pemprov Banten dan perwakilan Kasepuhan Cisungsang telah menyepakati sejumlah langkah taktis guna menjamin kelancaran jalannya acara pada September nanti.
Dari sektor infrastruktur, Pemprov Banten berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas akses jalan menuju lokasi kegiatan. Langkah ini dilakukan dengan menghubungkan jalur utama menuju kawasan adat dengan ruas-ruas jalan beton yang sudah tersedia sebelumnya. Selain itu, manajemen lalu lintas juga menjadi poin krusial yang dikoordinasikan dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan wisatawan selama perhelatan berlangsung.
Guna menunjang kenyamanan pengunjung, pemerintah daerah akan membangun fasilitas toilet umum di sekitar kawasan. Penyediaan sarana sanitasi ini akan diintegrasikan dengan pemenuhan kebutuhan saluran air bersih melalui koordinasi berkala bersama perangkat daerah teknis terkait.
Tidak hanya fokus pada pembenahan fisik, Pemprov Banten juga mengambil peran besar dalam aspek promosi. Publikasi masif akan digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi formal, mulai dari optimalisasi media sosial, media cetak, hingga pemasangan media luar ruang (baliho/billboard) di titik-titik strategis.
Deden menambahkan, salah satu pembeda utama pada penyelenggaraan tahun ini adalah komitmen untuk menjaga autentisitas budaya lokal. Seluruh jamuan makanan yang dihidangkan bagi tamu negara maupun pejabat daerah selama acara akan sepenuhnya mengutamakan kuliner khas hasil bumi masyarakat setempat. Kebijakan ini sekaligus menjadi stimulus bagi pemberdayaan ekonomi warga lokal.
Lebih lanjut, Seren Taun 2026 juga dipastikan akan menghadirkan Festival Gastronomi Lokal yang secara khusus melibatkan peran aktif dari Perempuan Adat Kasepuhan Cisungsang. Festival ini diproyeksikan mampu memperkenalkan kekayaan cita rasa kuliner tradisional masyarakat adat kepada khalayak luas.
Kendati mendorong potensi pariwisata, Deden mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis. Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan harus berjalan dengan prinsip ramah lingkungan tanpa memicu eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.
“Seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi yang dibangun bukan sekadar persiapan teknis sebuah acara budaya, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya yang berkelanjutan,” tutup Deden.
Untuk diketahui, Seren Taun merupakan ritual adat agraris tahunan masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan hasil panen, sekaligus menjadi ruang doa bersama menyambut musim tanam berikutnya.
(BAB/Red)