TANGERANG SELATAN, Wartaone-nusantara.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus mengintensifkan program pengentasan kemiskinan dengan menerapkan pendekatan lintas sektor yang berbasis pemberdayaan dan data terintegrasi. Upaya ini direalisasikan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari perbaikan hunian, penataan infrastruktur permukiman kumuh, hingga intervensi gizi bagi kelompok rentan guna mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Akselerasi Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Penataan Lingkungan
Peningkatan kualitas hidup masyarakat prasejahtera menjadi fokus utama Pemkot Tangsel. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH). Melalui skema pengajuan yang ketat, penentuan skala prioritas, dan verifikasi kelayakan kondisi fisik bangunan, pemerintah setempat memberikan dukungan agar masyarakat dapat memiliki hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.
Tidak hanya berfokus pada unit hunian, Pemkot Tangsel secara paralel melakukan penataan lingkungan permukiman terpadu untuk mengentaskan kawasan kumuh. Intervensi ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan yang mencakup:
Intervensi Kesehatan dan Pendampingan Gizi Berbasis Kader
Di sektor kesehatan, Pemkot Tangsel memperkuat peran Pos Gizi guna menyasar kelompok prioritas, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan atau pemberian makanan bergizi, melainkan juga menekankan pada aspek edukasi pola asuh sehat dan pendampingan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa proses pendampingan memegang peranan krusial agar seluruh bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil para penerima manfaat.
“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” ujar Pilar Saga Ichsan saat memberikan penjelasan operasional program.
Transformasi Bantuan Menuju Kemandirian Berkelanjutan
Melalui integrasi berbagai program tersebut, Pemkot Tangsel menunjukkan komitmen bahwa penanggulangan kemiskinan tidak lagi sekadar mengandalkan bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Pemerintah daerah kini memadukan penyaluran bantuan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pembukaan akses terhadap layanan dasar, serta penciptaan peluang ekonomi baru.
Dengan pendekatan berbasis data yang akurat, setiap intervensi diproyeksikan mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus membangun kemandirian ekonomi secara jangka panjang.
(Red/KMDA)