SERANG, wartaone-nusantara.com – Pemerintah Provinsi Banten menetapkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai landasan utama dan instrumen strategis untuk memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut. Sensus yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) guna menghadapi transformasi struktural di era Industri 5.0 serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung pada masyarakat.
penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, dalam agenda “Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026″ di Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam forum bertajuk “Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026” itu, Pemprov Banten bersama BPS juga memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah dan sektor swasta yang berkontribusi aktif dalam penyediaan data.
Sekda Deden menjelaskan bahwa potret makro dari SE 2026 akan digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik usaha dan sektor-sektor unggulan di Banten. Langkah ini dinilai krusial untuk merancang strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran, memperluas lapangan kerja, memperkuat pelaku UMKM, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota melalui ekspansi kawasan industri, investasi, dan sektor pariwisata.
Pihak otoritas daerah juga optimistis melihat indikator makro ekonomi Banten yang terus menunjukkan tren akselerasi positif. Berdasarkan data berkala, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan terus menguat hingga menyentuh angka 5,49 persen pada triwulan II-2026. Selaras dengan tren tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Banten sepanjang tahun 2026 akan tetap berada di koridor kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pendataan lapangan untuk Sensus Ekonomi 2026 kini telah rampung 100 persen. Ia menyatakan bahwa data yang dikumpulkan merupakan representasi riil dari dinamika ekonomi masyarakat di lapangan. Validitas data yang terverifikasi ini diharapkan dapat menjadi kompas utama bagi Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan nasional, sejalan dengan visi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten, yaitu “Banten Bergerak, Maju Berdampak”.
Lebih lanjut, Yusniar menggarisbawahi bahwa efektivitas kebijakan daerah sangat bergantung pada akurasi data. Ia menegaskan pentingnya data yang dihimpun agar benar-benar memberikan dampak nyata dan menjadi tolok ukur utama dalam setiap proses pengambilan keputusan oleh jajaran pemangku kebijakan agar tepat sasaran.
(KMDA/bantenprov.go.id)